Home » » SAJAK-SAJAK “BETAPA KASIH KITA” (Bagian Keempat)

SAJAK-SAJAK “BETAPA KASIH KITA” (Bagian Keempat)

Written By Madani on Jumat, 25 April 2014 | 09.57

(ketika terjebak dalam kegagalan)


16.

baru terbangun
badan serasa terbanting
bahkan pilek pun
terasa masih bikin pusing

inilah aku sekarang
menikmati jadi "gerang"
pandangan masih "cupet"
tapi pikiran tidaklah "mampet"

"cupet" karena pakai kacamata
yang seharusnya dipakai kuda
agar pandangan tidak ke mana-mana
mungkin itu sebab tak bisa lagi nulis novela

begitulah kehidupan
segalanya tergantung tempat dan keadaan
semuanya ada waktunya
kapan harus tertutup, dan kapan terbuka.

(santai saja, tak usah merasa bersalah juga
bukan aku yang bilang "belum berjodoh kita!")

*25042014.06:43.-


17.

menghirup hawa pagi
menikmati kicau burung
katak tidak ada lagi
putri malu juga masih bergelung

akan tetapi
jauh dalam hati
semuanya masih ada
mengabadi, katanya

yang lain hanya singgah
adalah kewajiban tuan rumah
untuk menjaga ramah
apakah itu terlalu mewah?

marilah kita tertawa
menertawai diri kita
yang terjebak dalam getir
dalam kubangan hidup terpelintir.

(sekali lagi kukatakan
nilai kita ada pada penerimaan!)

*25042014.07:03.-


18.

tak ada yang peduli
memang beda dunia
biarlah, aku sendiri
melanjutkan kelana

dalam alam kembara
jiwa beradu sukma
mengaduk-aduk yang berbeda
mengunyah-ngunyah yang "rwabineda"

"loro-loroning atunggal"
sangatlah tidak mungkin
itu hanya keterbatasan "paningal"
kontradiksi tidak boleh mungkin

jadi, perbaiki pengertian
asah jiwa punya kedalaman
kembalikan semuanya matematik
agar tidak terjerumus klenik.

*25042014.09:13.-


19.

bahkan,
isi pikiran
pun terhapus
dalam "lesus"

tapi,
bagiku kecewa
tetap karunia
agar lebih teliti

tahun ini gagal
mungkin tahun depan
bila tidak demikian
biarkan saja terpental

hilang
musnah
kalah
itu bisa gemilang.

(tergantung hati
tersenyum saja
biarkan saja
itu manusiawi!)

*25042014.21:15.-


20.

sebotol Big Cola
segelas teh manis
belum mandi juga
masih bau amis

orang tua
bau tanah
harus diterima
secara wantah

sejak dulu
sudah dilatih
melawan arus waktu
agar jadi yang terpilih

kenapa melawan?
agar tak banyak persaingan
bila lain dari yang lain
segalanya serba mungkin.

(padahal, pilihan selalu hanya dua
gagal terus atau lebih baik mati saja!)

*TelukAngsan25042014.21:32.-

Share this article :

Posting Komentar

Translate

Selamat Datang di Sanggar Jangka Langit

JANGKA LANGIT

Pengikut

Popular post

 
Support : Creating Website | Jangka-Langit | Martin
Copyright © 2013. JANGKA LANGIT - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jangka-Langit
Proudly powered by Jangka-Langit