Home » » SAJAK-SAJAK “MAWAS DIRI” (Bagian Ketujuh)

SAJAK-SAJAK “MAWAS DIRI” (Bagian Ketujuh)

Written By Madani on Rabu, 25 Juni 2014 | 06.53

(ketika terjebak rasa bimbang)


31.

kembali ke kandang
setelah riset lintas bidang
harus segera menulis
ingatan sudah mulai kalis

ada pola ada aturan
ada rencana ada pegangan
jangan menuntut seperti sekolah
ini tak selalu menurut teori ilmiah

ada yang tak tertembus
oleh aturan yang serba baku
ada pula yang tertambus
hukum yang sepertinya baku

apa tahu apa itu "mulur mungkret"
apa pula itu "manjir ajur ajer"
menjadikan lancar semua yang "seret"
menjadikan pekat semua yang "encer".

*29052014.11:55.-


32.

melanjutkan perjalanan
menikmati pemandangan
menyulam keakraban
melupakan kenangan

naik ke gunung
turun dari bukit
mengobati linglung
menyempurnakan sakit

ada yang tak bisa dibeli
ada yang tak bisa dijual
selama masih bisa komunikasi
tidak akan pernah menjadi soal

masih mempraktikkan
terbuka tapi tak terbaca
sebenarnya tak ada yang tertutup
selama Sang Hyang Bagaskara belum "angslup".

*29052014.12:50.-


33.

aku hanya orang lewat
yang bertindakpencatat
bukan tugasku berilmiah-ilmiah
serta menerapkan kebiasaan sekolah

kukumpulkan catatan
dari ribuan perjalanan
sebagai pelajaran
bagi yang membutuhkan

ada dalil pokok yang kupatuhi
itu logika hati nurani
tempat benar terepresentasi
apa masih tak mau mengerti?

kamu pikir cuma
kamu yang bisa
tugasku memilah
agar tak salah.

(kamu pikir cuma kamu yang sekolah?
tak terbayangkan olehmu katak lompat
yang menggunakan deret ukur pesat
cobalah hormati orang yang merendah!)

*29052014.22:10.-


34.

seperti biasa
duniaku kosong
hanya ada nelangsa
yang menjadi: nong

apakah akan merebak
menjadi ning
tidak berani menebak
semuanya masih jauh dari bening

entah apa hakikat tulang
entah apa pula hakiki sendi
tulang memerlukan otot yang meregang
sendi membutuhkan daging membalut rapi

kita tidak bisa menyisihkan satu unsur
lalu seenaknya saja bicara ngawur
betapa Tuhan telah mengajarkan
manusia itu harmoni semua bahan.

(entah jadi apa makrifat tanpa syariat
masih mending 'kali syariat tanpa makrifat!)

*30052014.07:33.-


35.

kulawan arus
agar jiwa tak hangus
kuatur dengus
agar tak cepat mampus

aku tak temaha usia
secukupnya saja
cukup menghaluskan kening
agar netra sukma membening

bisa melihat lebih awas
memanfaatkan segala desah nafas
agar masih bisa memawas
mampu diri yang terbatas

belum lagi ada jarak
pemahaman memihak
dari yang sok tahu
padahal...belum tentu.

*TelukAngsan25062014.11:22.-


Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Anonim
25 Januari 2022 pukul 06.18

Coin Casino - No Deposit Bonus Codes 2021
Coin Casino is an deccasino online casino with a free cash bonus. Learn how to sign up with our recommended casino kadangpintar games, get free spins, and 💰 Must Be 인카지노 21+ to Participate in Coin Casino🎲 Games: 550+📱 Mobile Version: Android, iPhone, Tablet💰 Min Deposit: €10💰 Deposit Bonus: 10 Free Spins

Posting Komentar

Translate

Selamat Datang di Sanggar Jangka Langit

JANGKA LANGIT

Pengikut

Popular post

 
Support : Creating Website | Jangka-Langit | Martin
Copyright © 2013. JANGKA LANGIT - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jangka-Langit
Proudly powered by Jangka-Langit